BI Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Written By Unknown on Minggu, 17 Agustus 2014 | 17.10

BERASTAGI (Berita): Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh mendorong petani daerah ini meningkatkan produktivitas komoditi pertanian mereka agar ke depannya petani lebih sejahtera.
Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Johansyah mengatakan hal itu di sela acara pelatihan "Pengolahan Pupuk dan Pakan Organik Berbasis Intregated Ecofarming" Bukit Kubu, Berastagi Jum'at (15/8). Pelatihan itu berlangsung 15-16 Agustus 2014.
Acara yang diprakarsai BI Wilayah IX Sumut-Aceh itu mendatangkan 60 petani binaan BI dari beberapa kabupaten di Sumut antara lain Karo, Deliserdang, Sibolga dan Sergai. Difi menilai produktivitas komoditi pertanian kini menjadi rendah karena beberapa faktor antara lain tanahnya yang terus dipakai tanpa ada pemupukan yang baik sehingga tanah kurang subur. Padahal tanah yang baik dan subur merupakan faktor utama tanaman berkembang dengan baik pula dan dapat meningkatkan produktivitas.
BI mendorong petani menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri oleh petani dari limbah di sekitar ladangnya. Oleh karena itu BI menggelar pelatihan pengolahan pupuk dan pakan organik berbasis integrated ecofarming kepada petani. Jadi dengan lahan terbatas tapi profduktivitas tetap tinggi. "Bagi BI, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mensejahterakan petani," katanya.
Menurut Difi, banyaknya komoditi impor seperti kacang kedele dan bawang putih merupakan masalah pertani an sementara untuk komoditi impor tersebut. Yang menarik adalah hampir semua tanaman di Indonesia butuh pH (derajat keasaman) 6. Jadi butuh pengetahuan tentang tanah supaya perlakuan pupuk yang diberikam jadi benar.
Dalam pelatihan itu, BI mendatangkan pakar pupuk organik dari Jawa Tengah Dr Ir Nugroho WM Eng. Nugroho membuat pupuk organik dengan sistem mikroba tanah dan alfaafa yakni sejenis kacang-kacangan mengandung rizhobium yang mampu mengubah struktur tanah dan mengurangi derajat keasamannya. " Mikroba seperti cacing tanah mampu menggemburkan tanah," katanya.
Usai membuka pelatihan, Difi didampingi Kepala Tim Akses Keuangan dan UMKM Suti Masniari Nasution meninjau kebun jeruk dan lahan terung ungu petani di Tiga Panah yang sejak tahun 2008 menggunakan pupuk organik.
Firdaus Sembiring, Ketua Kelompok Tani Jaringan Kasih Petani Ekologis (JKPE) kepada wartawan menyebut dengan memakai pupuk organik meman hasilnya meningkat. Namun yang jadi masalah justru pemasarannya masih terkendala. Artinya, petani tidak bisa langsung menjual ke konsumen, tapi mestiu melalui agen dulu. Tak heran bila harga jeruk manis saat ini di kebun hanya Rp4.000 per kg, padahal konsumen beli di pasar mencapai Rp10.000-Rp18.000 per kg. (Wie)


Anda sedang membaca artikel tentang

BI Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2014/08/bi-dorong-petani-tingkatkan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

BI Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

namun jangan lupa untuk meletakkan link

BI Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger