SBY : TNI Harus Kuat

Written By Unknown on Sabtu, 18 Oktober 2014 | 17.10

SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Ibu negara Ani Yudhoyono (kanan) melambaikan tangan kepada personel TNI/Polri pada perpisahan di Lapangan Sapta Marga, Komplek Akmil Magelang, Jateng, Jumat (17/10). Pada acara yang diikuti sedikitnya 11.000 personel TNI/Polri tersebut SBY meresmikan pembentukan Skuadron Udara 16 (Vijayakantaka Abhyastivirayate) dan Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha serta Museum Paviliun 5. (ant )

Jakarta ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan TNI harus kuat agar mampu menjaga kedaulatan negara dalam menghadapi tantangan-tantangan baru yang berkembang di era global.
Presiden menyatakan hal itu dihadapan para prajurit TNI dan Polri serta Taruna Akademi Militer di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Jumat [17/10] pagi. "Dunia terus berubah, Indonesia juga terus berubah, tantangan dan anacaman yang dihadapi juga terus berekembang dari masa ke masa. Maka misi atau tugas pokok kita dan tugas kita tidaklah menjadi samekin ringan, oleh karena itu diperlukan kekuatanyang tangguh utamanya kekuatan TNI," kata Presiden.
Presiden menjelaskan, meski era perang dingin antara Barat dan Timur sudah tidak ada lagi, namun dunia tetap belum stabil. Konflik, ketegangan bahkan perang masih terjadi diberbagai penjuru dunia, mulai Afrika, Timur Tengah, Eropa Timur, keteganagan di Asia Timur dan berbagai belahan dunia lainnya. Ancaman insurgency (pemberontakan) dan aksi-aksi terorrisme masih terus berlanjut.
"Menunjukan dunia tidak stabil dan dunia belum dapat dikatakan damai, ancaman setiap saat datang termasuk ancaman thd negara kesatauan RI, oki Ind harus siap, TNI harus siap, Polri harus siap, kita semua harus siap," kata Presiden.
Kepala Negara menyatakan, penguatan TNI tidak hanya dengan meningkatkan kecukupan jumlah tentara, modernisasi alutsista, dan peningkatan logistik semata. Namun juga didukung oleh strategi, taktik dan doktrin yang tepat dan peningkatan pelatihan dan pendidikan prajurit.
Presiden mengingatkan agar TNI terus menggali dan belajar dari berbagai pengalaman di dunia. Banyak negara maju yang gagal menyelesaikan peperangan meski didukung persenjataan yang canggih dan logistik yang kuat.
"Banyak negara-negara maju yang tidak berhasil benar mengatasi aksi-aksi insurgency di berbagai negara, negara maju memiliki keunggulan teknologi, memiliki kecanggihan persenjataan militer dan logistik tidak terbatas karena ekonomi kuat, tetapi ternyata seringkali mereka tidak bisa memenangkan peperangan. Ini harus kita pelajari," kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono meresmikan pembentukan skuadron udara - 16 (Vijayakantaka Abhyastivirayate) dan Batalyon Infanteri - 10 Marinir Satria Bhumi Yudha yang sempat tertunda sebelumnya karena kesibukannya akhir-akhir ini.
Acara yang sekaligus perpisahan SBY sebagai presiden tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Panglima TNI Moeldoko, Kepala Kepolisian RI Sutarman, para kepala staf angkatan dan jajaran petinggi TNI. Acara tersebut juga dihibur oleh pertunjukan drumband dari para perwira tinggi dan Taruna Akmil.

Resmikan Yonif-10 Marinir
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani prasasti peresmian Batalyon Infanteri-10 Marinir di Akademi Militer Magelang, Jumat.
Dinas Penerangan Korps Marinir dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Surabaya melaporkan peresmian Yonif-10 Mar itu merupakan rangkaian kegiatan Presiden meresmikan "Museum Paviliun 5" di Akmil Magelang.
Pada kesempatan itu, Presiden juga menandatangani prasasti peresmian Skuadron F16 yang berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, sedangkan Yonif-10 Marinir berkedudukan di Pulau Setoko, Batam. "Pembangunan Yonif-10 Marinir merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat TNI. Jika TNI kuat, negara akan kuat," kata Presiden sebelum menandatangani prasasti itu.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio menyampaikan paparan kesiapan Ksatrian Yonif-10 Marinir di hadapan Presiden. "Pembentukan Batalyon Infanteri-10 Marinir yang bermarkas di Pulau Setoko, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan Satuan Marinir yang berkekuatan satu batalion infanteri Marinir," kata KSAL.
Satu batalion infanteri Marinir itu merupakan satuan yang diperkuat dengan dilengkapi Unit Combat Boat, Sea Raider, Tank Amfibi, dan peralatan canggih lainnya sehingga akan mampu menjaga keamanan dan memperkuat pertahanan di wilayah tersebut.
Batalyon Infanteri-10 Marinir mempunyai semboyan "Satria Bhumi Yudha". Satria mempunyai makna prajurit laut yang gagah berani, lalu Bhumi artinya Tanah Air dan Yudha mempunyai arti perang. "Jadi, Satria Bhumi Yudha memiliki makna prajurit laut yang gagah berani yang selalu siap sedia berperang di darat maupun di laut dengan tujuan untuk menjaga setiap jengkal Tanah Air," katanya.

Pedang Jenawi
Komandan Batalyon Infanteri-10 Marinir dijabat oleh Letkol Marinir Kresno Pratowo yang pernah berdinas di Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan juga pernah menjabat Komandan Yonif-4 Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan.
Selain bersemboyankan Satria Bhumi Yudha, Yonif-10 Marinir juga memiliki bendera perang yang bergambar senjata tradisional masyarakat Kepulauan Riau, yaitu "Pedang Jenawi" sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya masyarakat Riau.
Pedang Jenawi adalah senjata berbentuk lurus panjang dan digunakan dengan dua belah tangan. Mata Pedang Jenawi terbuat dari besi kualitas baja, hulunya terbuat dari tembaga, panjang bisa mencapai satu meter.
Keunggulan Pedang Jenawi adalah bisa ditebaskan ke kiri dan ke kanan. Selain itu, juga dapat menjadi tombak yang diarahkan ke depan. Pedang Jenawi ini dipakai oleh para panglima perang kerajaan di Riau dalam pertempuran melawan Portugis dan Belanda tempo dulu.
Pedang Jenawi ini tidak sembarangan dipegang oleh para pejuang. Orang yang memegang harus andal dalam bersilat dan lebih-lebih adalah orang yang cukup zuhud dalam Islam. Oleh karena itu, langkahnya selalu dipandang oleh anak buahnya, bukan langkah sembarangan, melainkan langkah yang meminta rida Allah SWT, bahkan dia bersembahyang dua rakaat sebelum membawa Pedang Jenawi ke medan peperangan.
Yonif-10 Marinir berdiri di atas lahan seluas 37 hektare, dilengkapi sejumlah fasilitas, yaitu markas batalion, balai prajurit, helipad, mess perwira , mess bintara, mess tamtama, rumah dinas, garasi angkutan dan rantis, bangunan markas kompi, barak kompi, dapur, lapangan apel, fasilitas olahraga, balai pengobatan, lapangan tembak, dan sarana ibadah.
Peletakan batu pertama pembangunan Markas Batalyon Infanteri-10 Marinir dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio pada tanggal 5 Juni 2013. Awalnya, Direktif Presiden kepada Komandan Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar.) Muhammad Alfan Baharudin pada akhir Juni 2011 di Istana Negara.
Di Surabaya, Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Herkulanus Herry Sintarto memimpin apel khusus peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Kavaleri Korps Marinir di Kesatrian Soepraptono Semarung, Ujung, Surabaya (17/10). (ant )


Anda sedang membaca artikel tentang

SBY : TNI Harus Kuat

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2014/10/sby-tni-harus-kuat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

SBY : TNI Harus Kuat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

SBY : TNI Harus Kuat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger