Usaha Pertanian Di Sumut Turun Jadi 1.327.759 RT

Written By Unknown on Jumat, 12 Desember 2014 | 17.10

MEDAN (Berita): Hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) posisi tahun 2013 mengalami penurunan 164.345 rumah tangga menjadi 1.327.759 RT dibanding ST2003 sebanyak 1.492.104 RT.
Kabid Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Dwi Prawoto, SE,MSi pada Sosialisasi Hasil Pencacahan Lengkap ST2013 dan Survei Pendapatan Usaha Rumah Tangga Pertanian yang digelar BPS di kantornya Jalan Asrama Medan Jum'at (12/12). Sosialisasi itu dibuka Kepala BPS Sumut Win Koesdiatmono yang mengharapkan sensus hasil pertanian ini dapat menjadi acuan data bagi semua instansi.
Dwi Prawoto mengatakan Sensus Pertanian 2013 (ST2013) ini merupakan sensus pertanian keenan yang diselenggarakan BPS setiap sepuluh tahun sekali sejak tahun 1963. Dia menyebut pelaksanaan ST2013 ini dilakukan bertahap dimulai dari Pemutakhiran Direktorat Perusahaan Pertanian tahun 2012, Pencacahan Lengkap Usaha Pertanian pada Mei 2013 dan dilanjutkan Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian (SPP2013) pada Nopember 2013 serta Survei Rumah Tangga Usaha Subsektor Pertanian tahun 2014.
"Sensus Pertanian pendekatannya rumah tangga bukan lahan. Sebab lahan tak bisa diwawancarai, yang bisa hanya rumah tangga yakni orang yang punya usaha pertanian," katanya.
Ia menjelaskan jumlah RT usaha pertanian 2013 di Sumut sebanyak 1.327.759 rumah tangga terdiri dari subsektor tanaman pangan 741.068 RT, hortikultura 397.214 RT, perkebunan 938.843 RT, peternakan 534.625 RT, perikanan 75.928 RT, kehutanan 56.133 RT dan jasa pertanian 51.750 RT.
Data ST2013 itu juga mengungkapkan penurunan itu terjadi di hampir semua sektor, kecuali budidaya ikan yang naik 32,77 persen dari ST2003 sebanyak 28.988 RT menjadi 38.488 RT pada ST2013.
Sedangkan usaha pertanian lainnya yakni tanaman pangan turun 11,18 persen jadi 741.068 RT dari ST2003 sebanyak 834.394 RT. Untuk tanaman padi turun 13,49 persen dari 658.552 RT (ST2003) menjadi 569.699 RT (ST2013).
Penurunan terbesar terjadi di usaha tanaman hortikultura yang mencapai 219.422 RT (turun 35,58 persen) dari ST2003 sebanyak 616.636 RT menjadi 397.214 RT pada ST2013. Usaha penangkapan ikan juga turun dari 66.332 RT (ST2003) menjad 38.702 RT. Kehutanan juga turun 13.60 persen dari ST2003 sebanyak 64.968 RT menjadi 56.133 RT pada ST2013.
"Bukan hanya rumah tangga usaha pertanian, ternyata jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum dan usaha pertanian lainnya juga turun," jelasnya. Selain itu, penurunan juga terjadi di sektor perkebunan (dominan di Sumut tanaman karet, kelapa sawit dan kakao) sebanyak 4,03 persen dari 372 ST2003 menjadi 357 pada ST2013. "Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kemungkinan anak-anak muda sekarang enggan ke sawah atau sawahnya mulai berkurang," kata Dwi.

Penurunan Lahan Sawah
Kadis Pertanian Sumut Ir HM Roem, MSi mengatakan sampai posisi tahun 2013 memang ada penurunan lahan sawah atau alih fungsi lahan yang mencapai 12.000 hektar. Jika produktivitasnya rata-rata 6 ton per hektar maka ada potensi kehilangan beras mencapai 100.000 ton.
Roem menyebut UU nomor 41 tahun 2012 tentang perlindungan lahan sawah. Jadi nanti lahan sawah tidak boleh beralih fungsi, kecuali dijual ke orang lain tapi tetap tidak berubah fungsinya. Roem menyebut penurunan lahan sawah dalam sepuluh tahun terakhir mencapai 52.243 hektar dari tahun 2003 seluas 504.538 hektar menjadi 452.295 hektar tahun 2013. Lahan itu terdiri dari sawah irigasi 281.155 hektar tahun 2013, turun 10.872 hektar. Sawah non irigasi dari tahun 2003 sebanyak 212.511 hektar menjadi 171.140 hektar atau turun 41.371 hektar.
Kebijakan ini dibuat karena masyarakat Indonesia makanan pokoknya beras, bahkan masyarakat di Sumut pemalan beras tertinggi. Oleh karena itu, beras ini menjadi komoditas fisiologis dan politik.
Pemprovsu menurut Roem mengupayakan berbagai cara untuk menekan konsumsi beras antara lain upaya diversifikasi pangan dengan menggalakkan manggadong yakni makan non nasi sebelum makan nasi.
Roem menambahkan tiga fokus utama kebjakan pertanian tahun 2014 dan tahun 2015 yakni rehabilitasi jaringan irigasi dimana konstribusi air 30 persen tethadap pertanian, optimalisasi lahan dan alinan. (wie)


Anda sedang membaca artikel tentang

Usaha Pertanian Di Sumut Turun Jadi 1.327.759 RT

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2014/12/usaha-pertanian-di-sumut-turun-jadi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Usaha Pertanian Di Sumut Turun Jadi 1.327.759 RT

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Usaha Pertanian Di Sumut Turun Jadi 1.327.759 RT

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger