Sumut Dilanda Krisis Energi

Written By Unknown on Kamis, 22 Januari 2015 | 17.10

PEMPROV
Kabid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Provinsi Sumut, Hasmirizal Lubis (tengah) dan Kadis Tamben Sumut Eddy Salim (kanan, menyampaikan materi pada Seminar Perencanaan Energi Sumatera Utara, di Medan, Sumut, Kamis (22/1). Kegiatan kerjasama USAID dan Pemprov Sumut tersebut, membahas krisis energi di Sumatera Utara agar dapat teratasi. ( ant/Irsan Mulyadi )

MEDAN (Berita): Sampai saat ini Sumatera Utara masih dilanda krisis energi, Khususnya energi listrik padahal Sumut mempunyai banyak potensi sumber daya alam (SDA) seperti biogas, hidro dan air. Hal itu ditegaskan Gubsu H Gatot Pujo Nugroho kepada wartawan usai membuka seminar "Perencanaan Energi Sumatera Utara" di hotel JW Marriot Medan Kamis (22/1) siang.
Seminar itu diselenggarakan USAID Indonesia Clean Energy Development (ICED) dan Konsulat Amerika Serikat di Medan. Hadir di sana Konsul AS Perwakilan Sumatera Y Robert Ewing, Wiliam R Meade, Chief of Party ICED, Asisten II Ekbang Provsu Hj Sabrina dan Hj Hidayat, Kepala Bapedalda Sumut.
Gubsu menjelaskan data Desember 2014, kelistrikan Sumut mengalami defisit rata-rata 219 MW, tapi kemarin sudah 90 MW. Defisit ini menurutnya karena beberapa pembangkit berlum beroperasi seperti PLTU Pangkalan Susu 2x200 MW dan Nagan Raya 2x100 MW. "Kalau dua pembangkit ini beroperasi penuh maka diharapkan tidak ada lagi defisit," katanya.
Juga PLTA Asahan III, kata Gatot, sudah diberikannyas izin lokasi ternyata persoalannya pada pembebasan lahan. Selain itu, potensi mini hidro di Sumut mencapai 800-1000 MW tapi belum bisa diberdayakan mengingat belum ada perusahaan yang mau investasi ke sana.
Gatot kini minta kepada Bank Sumut untuk pendanaan bagi perusahaan yang mau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM). "Kalau USAID ICED kerjasama dengan PLN maka untuk pembangunan mini hidro kerjasama dengan Bank Sumut," tegasnya.
USAID ICED yang mendampingi pembentukan energi bersih di Sumut, menurut
Gubsu, juga sejalan dengan keinginan Pemprovsu untuk membangun "Sumut menjadi Zona Industri Ramah Lingkungan". "Saya bermimpi Sumut menjadi zona ramah lingkungan dan itu sangat memungkinkan," tegas Gatot.
Gatot juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Amerika atas kerjasamanya melalui program ICED selama beberapa tahun terakhir. Gubernur berharap agar kerjasama ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan untuk melibatkan pemangku kepentingan yang lebih banyak di provinsi Sumatera Utara.
Konsul AS Perwakilan Sumut Y Robert Ewing mengatakan energi terbarukan dan efisiensi energi dikenal juga dengan energi bersih yang memegang potensi terluas untuk perubahan iklim, menstimulasi investasi swasta di bidang infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara meluas.
Indonesia, kata Ewing, juga seperti Amerika Serikat, telah menjadi sumber emisi gas rumah kaca. Di tahun 2009, Presiden SBY berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 di Indonesia sebesar 26 persen terhadap lintasan bisnis di tahun 2020, komitmen pengurangan terbesar yang dilakukan oleh negara berkembang. Sesuai ketersediaan dukungan dana internasional, Presiden Yudhoyono juga berkomitmen untuk pengurangan sebesar 41 persen emisi gas rumah kaca.
Sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 61 tahun 2011 untuk pengembangan Action Plan tingkat Nasional untuk Reduksi Efek Rumah kacaatau disebut RAN GRK dengan total pengurangan 32.8 MtCO2 di sektor energi, 82 persen diantaranya berasal dari energi terbarukan dan efisiensi energi.
Kebijakan Energi Nasional tahun 2014 juga mengharapkan kenaikan yang cukup besar untuk kontribusi sumber energi baru dan terbarukan dari level yang saat ini kurang dari 10 persen menjadi 23 persen di tahun 2025. "Dan rencana pembangunan ekonomi jangka waktu menengah secara nasional diharapkan dapat mempromosikan "pertumbuhan hijau"," katanya.
Namun tantangan sesungguhnya, kata Ewing, adalah untuk mencapai jalur pembangunan yang benar-benar rendah emisi di sektor energi jika antisipasi peningkatan permintaan listrik yang harus dipenuhi, dan jika akses diperluas sampai pada keempat sisa penduduk yang belum memiliki sambungan untuk energi modern.
"Kerjasama ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah Amerika terhadap Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," katanya.
Pemerintah Amerika melalui salah satu program USAID yang bertajuk Indonesia Clean Energy Development (ICED) – Pembangunan Energi Bersih Indonesia, menyerahkan hasil pemodelan energi dan peta GIS multi region kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Model ini dibangun oleh tim yang terdiri dari staff Bappeda, Dinas Pertambangan dan Energi, serta tenaga ahli ICED.
Sebagai model energi multi region tingkat provinsi yang pertama di Indonesia, hasil ini akan digunakan oleh Pemda untuk membuat Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebagaimana diwajibkan dalam Perpres no 1/2014 tentang Pedoman Rencana Umum Energi Nasional. Dengan adanya perencanaan energi yang terintegrasi, diharapkan krisis energi di provinsi Sumatera Utara dapat teratasi dengan baik.
William R Meade, Chief of Party ICED mengatakan bahwa selain pemodelan RUED, ICED juga telah membantu Bappeda dalam menyusun Rencana Aksi Daerah untuk pengurangan emisi gas rumah kaca di bidang energi dan bekerjasama dengan PLN wilayah Sumatera Utara untuk memetakan Jaringan 20 KV untuk pengembangan energi terbarukan di Sumatera Utara.
Ia menyebut USAID ICED mulai di Medan tahun 2011 dan berakhir awal Januari 2015 sudah menyelesaikan 114 proyek energi terbarukan, 872 MW proyek energi terbarukan, rencana investasi 1,8 miliar dolar AS dan reduksi emisi 2,2 juta ton per tahun CO2.
Retno Setianingsih, Energy Program Specialist, USAID Indonesia menambahkan, "Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu fokus kegiatan kami, karena posisinya yang strategis di koridor Sumatera serta adanya dukungan yang baik dari pemerintah daerahnya". (wie)


Anda sedang membaca artikel tentang

Sumut Dilanda Krisis Energi

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/01/sumut-dilanda-krisis-energi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Sumut Dilanda Krisis Energi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Sumut Dilanda Krisis Energi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger