Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menutup acara Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI 2015 di Yogyakarta, Rabu (11/2). Dalam pidatonya pada penutupan KUII VI tersebut presiden menyampaikan tentang toleransi dan masalah ekonomi Indonesia. ( ant/Noveradika )
Yogyakarta ( Berita ) : Presiden Joko Widodo meminta dukungan umat Islam untuk memberantas kejahatan peredaran narkoba melalui berbagai tindakan tegas termasuk penolakan grasi dan pemberlakuan eksekusi mati."Kita telah sampaikan perang terhadap narkoba. Kami berharap seluruh umat Islam memberi dukungan untuk ini," kata Presiden saat memberikan pidato dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta, Rabu [11/02].
Presiden mengatakan peredaran narkoba merupakan tindak kejahatan yang telah membunuh ribuan generasi muda setiap tahunnya, sehingga tidak boleh dibiarkan. "Ada 40-50 orang mati karena narkoba setiap harinya, kalau dikalikan setahun ada sekitar 18.000 orang yang meninggal sia-sia," kata dia.
Selain itu saat ini terdapat 4,5 juta pengguna narkoba yang harus direhabilitrasi, sementara 1,2 juta pengguna lainnya sudah tidak bisa direhabilitasi."Apakah ini kita biarkan begitu saja?," kata dia.
Menurut Jokowi, eksekusi mati bukan keputusan sepihak presiden melainkan pada dasarnya telah diatur dan terakomodasi dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia. "Yang memutuskan hukuman mati adalah hakim, presiden cuma tidak mengampuni," kata presiden sembari menegaskan telah menolak 64 grasi terpidana narkortika.
Masalah Bangsa Masih Banyak
Presiden Joko Widodo menegaskan masih banyak permasalahan bangsa yang harus diselesaikan dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikannya.
"Masih banyak tantangan yang kita hadapi, masalah yang berkaitan individualisme, konsomerisme, hodenisme, ini sebenarnya tantangan," kata Presiden saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia di Yogyakarta, Rabu.
Presiden mengatakan masalah kemiskinan dan juga buta huruf serta pemberdayaan perekonomian masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah. "Setiap saya turun ke bawah keluhannya selalu pengangguran dan kemiskinan, ini bisa diselesaikan kalau punya pertumbuhan ekonomi tinggi tapi jangan terjebak, yang paling penting pertumbuhan ekonomi dan pemerataannya," kata Presiden.
Presiden mengatakan masalah lain yang harus diselesaikan adalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dan juga pencegahan serta penanganan masalah korupsi.
Dalam kesempatan itu, Presiden sempat mengatakan penyelesaian masalah ketegangan antara KPK dan Polri akan dilakukan meski masalahnya tidak sederhana dan ada masalah-masalah lainnya. (ant )

Anda sedang membaca artikel tentang
Presiden Jokowi Minta Dukungan Umat Islam Berantas Narkoba
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/02/presiden-jokowi-minta-dukungan-umat.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Presiden Jokowi Minta Dukungan Umat Islam Berantas Narkoba
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Presiden Jokowi Minta Dukungan Umat Islam Berantas Narkoba
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar