MEDAN: Ritail raksasa Indomaret cenderung menguasai arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-44 tahun 2015 dengan membuka enam stand di berbagai penjuru. Alhasil, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang ikut ambil bagian dalam even PRSU di Jalan Gatot Subroto Medan ini, 'kelimpungan'.''Ini sudah tidak benar. Ini sudah seperti 'membunuh' kami para pelaku UKM Sumut. Padahal, kan, mestinya even ini diprioritaskan untuk kami para UKM sebagai ajang promo, bukan untuk mereka pengusaha raksasa untuk jualan,'' ujar Ketua UKM Prima Sumut Zaid Arqam Daulay di Medan, kemarin.
Dijelaskannya, sejumlah pelaku UKM yang ikut ambil bagian di PRSU bergerak di bidang konveksi, kerajinan, makanan, panganan ringan dan minuman. ''Sedangkan Indomaret bukan hanya menjual makanan ringan, minuman termasuk kopi siap saji, bahkan juga mi instan siap saji,'' ujarnya.
Dikatakan, kalau Indomaret diberi porsi membuka satu stand seperti UKM, ini masih bisa ditoleransi. Tapi, kata dia, dengan enam stand besar mulai dari parkiran sampai mengepung di berbagai lokasi strategis di PRSU, ini cenderung sudah tidak fair.
''Pertanyaannya, kenapa pengurus yayasan membolehkan ini, padahal Gubsu dan Wagubsu mengatakan PRSU salahsatu tujuannya untuk membangkitkan UKM Sumut,'' ujar Ketua UKM Prima yang akrab disapa Jef ini.
Dijelaskan, tim dari UKM kemarin coba menelusuri ini, dan mereka dengar Indomaret membayar ratusan juta ke EO. ''Kita menjadi heran, pelaksana PRSU sebenarnya yayasan atau EO.
Kalau EO, untuk apa pengurus yayasan dibentuk dan digaji tiap bulan tidak saja saat even PRSU. Terus terang, saya pikir memang Gubsu dan Wagubsu harus segera turun tangan membenahi PRSU. Ada banyak hal yang rasanya harus dibenahi di sini,'' ujarnya.
Diungkapkannya, dengan enam stand Indomaret di PRSU, saat ini mereka khawatir tidak mampu bayar sewa stand. ''UKM juga bayar. Kalau benar Indomaret membayar ratusan juta, kami UKM membayar Rp6,8 juta per stand,'' ujarnya.
Dia mengaku heran, pihak Yayasan PRSU sering terdengar melakukan studi banding ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) bahkan ke Penang Fair, tapi cenderung tak diaplikasikan di PRSU. ''Saya melihat, di PRJ yang lokasinya jauh lebih luas, stand Indomaret hanya satu,'' katanya.
Jef yang sudah menjadi pelaku UKM puluhan tahun, mengaku prihatin melihat kondisi PRSU saat ini. ''Jangan sampai PRSU tutup karena salah urus kepentingan UKM, di yayasan ini juga saya dengar ada 40-an karyawan yang menggantungkan hidup di sini. Kami minta tolong kepada Gubsu dan Wagubsu untuk segera membenahi PRSU sebelum menjadi tidak karu-karuan,'' ujar Jef.
Dia menambahkan, PRSU tahun ini terasa sangat kurang publikasi, agenda acara yang tidak jelas, penataan yang terlihat kumuh. ''Saya melihat, PRSU ke-44 tahun 2015 ini justru seperti pasar malam,'' ujar Ketua UKM Prima Sumatera Utara ini. (irh)

Anda sedang membaca artikel tentang
Indomaret Kuasai PRSU, UKM Sumut âMenjeritâ
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/03/indomaret-kuasai-prsu-ukm-sumut.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Indomaret Kuasai PRSU, UKM Sumut âMenjeritâ
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Indomaret Kuasai PRSU, UKM Sumut âMenjeritâ
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar