JAKARTA (Berita): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Tantowi Yahya meminta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera menghentikan perseteruan dengan DPRD DKI terkait dana siluman.
Hal ini disampaikan Tantowi menyikapi keluhan warga DKI Jakarta saat mengadakan pertemuan pada masa reses ke daerah pemilihan.
"Saat masa reses kedua ini saya menerima banyak keluhan dari warga DKI Jakarta tentang perseteruan Gubernur dengan DPRD DKI, Mereka meminta perseteruan tersebut segera diakhiri," jelas Tantowi saat jumpa pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (19/3).
Dia menuturkan, selain mengeluhkan perseteruan, warga juga khawatir pengesahan APBD DKI akan molor dan berimbas pada kurangnya pelayanan dari pemerintah provinsi dan dihentikannya berbagai anggaran untuk warga miskin.
"Jika APBD tak kunjung disahkan maka akan berimbas pada pelayanan warga," jelas Tantowi.
Politisi Golkar ini meminta agar Gubernur Ahok segera bekerja untuk rakyat dan menghentikan perseteruannya dengan DPRD.
"Perseteruan itu akan memecah konsentrasi Ahok. Mana mungkin Ahok bisa bekerja bila pikirannya terbelah. Karenanya, Ahok menghentikan polemik ini," katanya.
Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyayangkan, pernyataan Gubernur Ahok yang melontarkan kata-kata kasar saat tampil dalam tayangan langsung (live) di sebuah stasiun televisi swasta.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Pengawasan Isi Siaran, Agatha Lily menegaskan, lembaganya mengecam pejabat publik bicara kotor dan kasar di televisi yang menggunakan frekuensi milik publik.
"Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang. Malah juga disaksikan anak-anak dan remaja, Ini bisa menjadi contoh buruk," kata Lily.
Menurutnya, kasus seperti demikian merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Terlebih ada pejabat berbicara sangat kasar secara terbuka di lembaga penyiaran. Sebagai seorang pejabat, KPI justru berharap perilaku dan tutur kata bisa menjadi panutan tauladan bagi masyarakat. Kasus Ahok menjadi lebih berat lantaran mengemban tanggung jawab yang lebih berat pada masyarakat yang dipimpinnya.
"Jadi penggunaan kata-kata dan bahasa tidak bisa sembarangan terutama di ruang publik" ujar Agatha.
Sejatinya, kasus serupa harus menjadi pembelajaran bagi lembaga penyiaran lainnya jika ingin mengundang seorang pejabat atau narasumber menjadi pembicara. Serta memperhitungkan kemungkinan tersiarkannya kata-kata kurang pantas di ruang publik. (iws)
Anda sedang membaca artikel tentang
Politisi Senayan Minta Gubernur Ahok Akhiri Perseteruan
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/03/politisi-senayan-minta-gubernur-ahok.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Politisi Senayan Minta Gubernur Ahok Akhiri Perseteruan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Politisi Senayan Minta Gubernur Ahok Akhiri Perseteruan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar