Tokyo ( Berita ) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menindaklanjuti keluhan investor Jepang dalam investasinya di Indonesia.Presiden Jokowi dalam "collective courtesy call" dan forum bisnis dengan para pengusaha Jepang dan kepala lembaga pemerintahan negara itu di Hotel New Otani Tokyo, Selasa [24/03] , mengatakan keluhan para pengusaha Jepang bisa disampaikan kepadanya atau para menterinya yang turut dalam kunjungan kenegaraannya di Jepang mulai 22-25 Maret.
"Keluhan yang disampaikan baik mengenai infrastruktur, pembebasan lahan, perizinan, fiskal, subsidi BBM sudah kita tanggapi dan banyak yang kita perbaiki," tutur Jokowi.
Ia mengatakan, pengalihan subsidi BBM sudah dilakukan di Indonesia sejak akhir tahun lalu, sehingga ruang fiskal jauh lebih baik. Selain itu, PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Atap) sudah dibuka dan pembebasan lahan masih dalam proses agar lebih sederhana dan lebih cepat. "Infrastruktur akan mulai kita perbaiki tahun ini," katanya.
Kemudahan itu dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Ia mencontohkan, sebagai salah satu bentuk nyata upaya pemerintah dalam mendorong penyelesaian suatu proyek yang "mangkrak" atau terbengkalai adalah proyek "power plant" di Batang yang terhenti selama 4 tahun. "Contoh misalnya, pembebasan lahan proyek Power Plant di Batang sudah bisa diselesaikan dan moga-moga bulan depan sudah bisa dimulai," ujarnya.
Selain itu, keluhan tentang izin tinggal dari para pengusaha Jepang di Indonesia yang menyaratkan tenaga ahli Jepang yang akan tinggal di Indonesia harus berijazah S1, menurut Presiden setelah kembali dari Jepang persoalan itu akan diselesaikan.
Pada pertemuan itu Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Seskab Andi Widjajanto, Ketua BKPM Franky Sibarani, dan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.
"Collective Courtesy Call" itu dihadiri oleh asosiasi bisnis dan lembaga pemerintah Jepang yakni Japinda, Duta Besar Jepang ke Indonesia, Keidanren, Kadin Jepang, Jetro, Friendship Exchange Council, dan "chairman" atau pimpinan dari sejumlah perusahaan besar di Jepang.
Sejumlah pengusaha yang bergabung dalam pertemuan itu di antaranya CEO Hitachi, Daihatsu Motor Corp, IHI Corp, Inpex, Itochu, J-Power, JX Nippon Oil and Energy, Marubeni, Nikkei Inc, Sumitomo Corp, Ajinomoto, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Honda, JFE Steel, J-Trust, Mitsubishi Corp, NEC, Panasonic Corp, SMBC, dan Sojitz. Pertemuan itu merupakan rangkaian acara dalam kunjungan kenegaraan Presiden ke Jepang pada 22-25 Maret 2015.
Politik Indonesia Stabil Untuk Investasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan 1.200 pengusaha Jepang dalam acara "Indonesia Business Forum" menegaskan situasi politik di Indonesia terjamin stabil untuk investasi.
"Saya sampaikan stabilitas politik di Indonesia memberikan jaminan pada posisi yang stabil dan baik karena selama ini banyak dikeluhkan investor," kata Presiden Jokowi di Hotel New Otani Tokyo, Selasa.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan rencana dan target pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan.Ia mengakui hubungan Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin selama 57 tahun semakin bersahabat dan ia sangat menghargai kontribusi investor Jepang kepada Indonesia.
"Pada 2015 target pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,7 persen dan akan terus membaik lagi sampai di atas 7 persen," katanya. Ia menambahkan, realisasi investasi di Indonesia naik signifikan dalam 2007-2010 menunjukkan Indonesia sangat menarik sebagai negara tujuan investasi.
Investasi asing, kata dia, terus naik dimana posisi Jepang di Indonesia sebagai negara investor terbesar kedua namun ia yakin Jepang akan berada pada posisi pertama sebagai investor terbesar di Indonesia mulai tahun ini.
"Saya akan bangun kawasan ekonomi khusus di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kita tidak ingin terkonsentrasi di Pulau Jawa saja tapi juga di kawasan timur Indonesia dan saya ingin peluang ini dimanfaatkan oleh pengusaha Jepang," katanya.
Ia juga memaparkan soal rencana pembangunan kawasan industri di luar Jawa, jalan tol lintas Sumatera sebagai prioritas pertama, jalan tol di Kalimantan sebagai prioritas kedua, dan di Papua sebagai prioritas ketiga karena masih dalam tahap studi.
Jalur kereta api, kata dia, tahun ini akan dibangun di Sumatera, berlanjut di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sebagai salah satu upaya mempermudah transportasi barang di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan itu, Presiden juga memaparkan rencana pembangunan pelabuhan atau seaport dan deep seaport sebanyak 24 pelabuhan besar melalui APBN dan sebagian pendanaannya melalui swasta.
Beberapa proyek besar yang juga akan dikembangkan pemerintah yakni proyek tol laut, industri perikanan, airport, dan pembangkit tenaga listrik.
Presentasi itu disampaikan dengan harapan banyak investor Jepang semakin berminat untuk berinvestasi atau memperluas investasinya di Indonesia sekaligus agar mereka memperoleh gambaran tentang potensi yang mungkin digarap di Indonesia. (ant )

Anda sedang membaca artikel tentang
Presiden Jokowi Janji Tindaklanjuti Keluhan Investor Jepang
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/03/presiden-jokowi-janji-tindaklanjuti.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Presiden Jokowi Janji Tindaklanjuti Keluhan Investor Jepang
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Presiden Jokowi Janji Tindaklanjuti Keluhan Investor Jepang
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar