JAKARTA (Berita): Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kala (JK) harus melakukan banyak perubahan, guna meningkatkan kembali kepercayaan publik. Hal ini terkait Hasil survei Indo Barometer merilis tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi – JK menurun.
Demikian disampaikan, Direktur Indo Barometer, M Qodari, saat merilis hasil survei soal. "Kepuasan Publik Jelang Setengah Tahun Pemerintahan Jokowi-JK" di Jakarta, Senin (6/4).
Qodari mengatakan, survei dilaksanakan pada 15 – 25 Maret 2015 di 34 provinsi, dengan jumlah responden 1.200 orang. Tingkat margin of error kurang lebih 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden dipilih dengan metode multistage random sampling.
"Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung, dengan menggunakan kuesioner," ujarnya.
Paparan tersebut disampaikan menjelang setengah tahun pemerintahan Jokowi-JK, bahwa kepuasan publik masih belum memuaskan, jauh di bawah angka 75 persen.
Menurut survei, kinerja Presiden Jokowi sebesar 57,5 persen dan kinerja JK 53 persen.
"Sedangkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri di bawah 50 persen, tepatnya 46,8 persen," kata Qodari,
Qodari melanjutkan, persoalan penting yang paling banyak diungkapkan publik terkait ketidakpuasan itu, adalah masalah ekonomi secara umum (21,6 persen), mahalnya harga kebutuhan pokok (19,6 persen), kolusi – korupsi – nepotisme (14,6 persen), sulitnya lapangan kerja (8,4 persen), dan meningkatnya kemiskinan (6,7 persen).
Qodari menjelaskan, sebanyak 67 persen publik menilai ada pemimpin di Indonesia saat ini yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.
Sebaliknya, kata dia, ada 33 persen yang menilai tidak ada pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah di atas sampai tuntas.
Sedangkan, pengamat ekonomi Rizal Ramli mengatakan, masalah utama yang dihadapi bangsa ini adalah soal ekonomi, rendahnya daya beli masyarakat, termasuk lapangan pekerjaan, dan korupsi.
Menurut Rizal, terkait kinerja Jokowi-JK, relatif mengecewakan dan kacau untuk rakyat biasa.
"Tetapi untuk investor atau para holder pasti akan merasa senang dengan Jokowi-JK, karena menaikkan harga BBM akan menambah uang bagi mereka untuk membayar utang. Rakyat banyak kurang bahagia dengan apa yang terjadi selama ebam bulan ini. Harga bahan pokok naik, karena ketidakmampuan Bulog menstabilkan harga," katanya. (iws)
Anda sedang membaca artikel tentang
Indo Barometer: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Menurun
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/04/indo-barometer-kepuasan-publik-terhadap.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Indo Barometer: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Menurun
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Indo Barometer: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Menurun
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar