JAKARTA (Berita) Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto, mengatakan dirinya merasakan kondisi politik, sosial dan ekonomi era Presiden Joko Widodo mengalami kemuduran dirasakan oleh segenap bangsa Indonesia di era Presiden Jokowi.
Tidak hanya membuat kader Partai Demokrat itu kecewa, tapi juga partai pendukung utama Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia.
Seluruh pembangunan dan stabilitas yang sudah dicapai di era pemerintahan SBY dan sudah dirasakan bangsa ini, pun seperti ditarik mundur ke belakang,"ujar Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/4).
Karena itu, Agus meminta para menteri di kabinet Jokowi untuk serius bekerja dan tidak hanya melakukan pencitraan
."Contohnya menteri-menteri di bidang ekonomi, bekerjalah untuk rakyat. Kenaikan dollar yang memicu kenaikan harga BBM dan membuat kenaikan harga-harga bahan kebutuhan masyarakat, harus menjadi perhatian untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang bisa meringankan beban rakyat.
"Jangan hanya pencitraan tapi kehidupan rakyat yang susah tidak dipedulikan. Contohnya Mentri Kelautan dan Perikanan yang membuat moratorium penangkapan ikan. Ini ditambah juga kenaikan harga BBM membuat nelayan tidak pergi ke laut dan membuat ekpsor ikan pun menjadi merosot tajam. Jangan hanya bisa mengebom kapal ikan yang awaknya sudah ditangkap," tegas Agus.
Agus juga menyoroti target Presiden untuk mencapai swasembada beras, tidak didukung anggota kabinetnya. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN), dan Menteri Pertanian dinilainya lebih banyak melakukan kegiatan pencitraan daripada kerja yang sebenarnya.
Kinerja Menteri Pertanian yang hanya memberikan traktor untuk kemudian diambil lagi, adalah kerja yang membuat presiden Jokowi dipermalukan dimuka umum. Ada ketidaksinkronan antara keinginan Jokowi dan para menterinya yang tidak sanggup membaca keinginan Jokowi.
Belum lagi Meneg BUMN yang menganti semua jajaran direksi dan komisaris BUMN dengan orang-orang yang kinerjanya belum jelas.Kementrian BUMN tidak menjalankan prinsip good corporate governance. Seperti Bulog yang punya tugas menyanggah kebutuhan pangan masyarakat.
Menteri BUMN yang banyak mengakomodir para relawan menurutnya juga aneh, karena Jokowi sendiri beberapa kali menegaskan bahwa relawannya bekerja tanpa pamrih, tapi mengapa jabatan komisaris dan direksi BUMN justru diberikan kepada relawan."Ini juga salah satu bentuk ketidaksingkronan keinginan Jokowi dan menterinya,"paparnya.(aya)
Anda sedang membaca artikel tentang
Kondisi Politik, Sosial dan Ekonomi Alami Kemuduran
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/04/kondisi-politik-sosial-dan-ekonomi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kondisi Politik, Sosial dan Ekonomi Alami Kemuduran
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kondisi Politik, Sosial dan Ekonomi Alami Kemuduran
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar