MEDAN: Sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumatera Utara yang ambil bagian dalam pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-44 tahun 2015 di Tapian Daya Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan, mengeluh.''Pengelolaan PRSU ini kami nilai sudah tidak benar. Kami mohon bantuan Pak Gubsu dan Pak Wagubsu, karena kami dengar Yayasan PRSU di bawah naungan Pemprovsu, bahkan lima pengurus yayasan kabarnya diangkat berdasarkan SK Gubsu untuk masa kerja empat tahun,'' ujar Ketua UKM Prima Sumatera Utara Zaid Arqam Daulay, kemarin.
Menurut pelaku UKM yang sudah puluhan kali mengikuti even PRSU ini, dia mendapat banyak keluhan dari pelaku UKM di PRSU menyangkut pengelolaan even tahunan ini yang justru cenderung mencemaskan.
''Jangan sampai PRSU tutup karena salah urus. Even ini, seperti komitmen Pak Gubsu dan Pak Wagubsu, adalah salahsatu sarana membangkitkan aktivitas UKM Sumut, karena berfungsi sebagai ajang promosi,'' ujar Ketua UKM Prima Sumut yang akrab disapa Jef ini.
Dalam pelaksanaan PRSU tahun ini, dia mengaku heran kenapa pengurus yayasan memberi kewenangan demikian besar kepada pihak ketiga (dalam hal ini even organazer) untuk mengelola PRSU. ''Jadi, apa kerja pengurus yayasan yang digaji setiap bulan dalam masa empat tahun sesuai SK Gubsu? Padahal, saya pikir, tugas utama mereka justru melaksanakan even PRSU sebaik-baiknya.
Ini malah PRSU dikerjasamakan ke pihak ketiga. Pengurus dan karyawan PRSU kami lihat jadinya lebih banyak sebagai penonton di rumahnya sendiri. Sebagian karyawan terlihat sangat tidak nyaman dengan kondisi ini,'' ujar Jef.
Dia mengakui, sudah beberapa tahun terakhir ini pelaksanaan PRSU dikerjasamakan dengan EO, tapi sepengetahuan dia hanya sebatas mengelola acara, mendatangkan artis dan mencari sponsor. ''Tapi tahun ini, kami UKM justru bayar sewa stand ke EO,'' ujarnya.
Menurut dia, pola ini yang cenderung berpotensi mengikis visi misi PRSU sebagai ajang pameran bergengsi, promosi produk unggulan dan sarana rekreasi bernilai edukasi. ''Susah jadinya, kalau semuanya dilihat dari kacamata bisnis, walau harus mengorbankan yang lain,'' ujarnya.
Diingatkannya, memberi keleluasaan kepada retail raksasa Indomaret membuka enam stand di PRSU dan penguasaan teh botol untuk minuman di PRSU tahun ini, cenderung menutup kesempatan kepada yang lain. ''Padahal, PRSU seharusnya ditafsirkan milik bersama warga Sumut,'' ujar Jef.
Mengenai penataan PRSU ke-44 tahun 2015, dia tak mau berkomentar banyak. ''Kami justru mengharapkan Pak Gubsu dan Pak Wagubsu melihat langsung, termasuk kondisi di seputaran panggung utama,'' ujarnya.
Mengenai acara, dia juga membandingkan PRSU sebelumnya dengan tahun ini. ''Sebelumnya, kami melihat ada upaya nyata untuk meramaikan PRSU termasuk Sabtu dan Minggu pagi. PRSU tahun ini kami lihat minim acara, termasuk saat Sabtu dan Minggu pagi. Padahal, saat itu banyak warga dari luar kota datang ke PRSU,'' ujar Jef .
Dia mengungkapkan, sudah beberapa stand UKM binaan BUMN meninggalkan lokasi PRSU. ''Kami juga, UKM yang menyewa Rp6,8 juta untuk satu stand, sebenarnya bingung melunasi sewa. Kami berharap kemurahan hati Pak Gubsu dan Pak Wagubsu untuk meluangkan waktu membenahi PRSU. Kami mohon maaf menyampaikan keluhan ini secara terbuka, semata-mata karena kami merasa ikut memiliki even tahunan ini, Pak,'' ujar Jef. (irh)

Anda sedang membaca artikel tentang
UKM Di PRSU Mengadu Ke Gubsu Dan Wagubsu
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/04/ukm-di-prsu-mengadu-ke-gubsu-dan-wagubsu.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
UKM Di PRSU Mengadu Ke Gubsu Dan Wagubsu
namun jangan lupa untuk meletakkan link
UKM Di PRSU Mengadu Ke Gubsu Dan Wagubsu
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar