Kemenlu RI Bahas Potensi Samudera Hindia

Written By Unknown on Minggu, 02 November 2014 | 17.10

Padang ( Berita ) : Anggota Tim Indian Ocean Rim Association (IORA) dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia RI) Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengadakan dialog tentang potensi Samudera Hindia dengan anggota Tim Forum Akademik Samudera Hindian, Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat.
Humas Universitas Bung Hatta (UBH) Indrawadi di Padang, Jumat [31/10], menjelaskan IORI Kemenlu RI memandang Samudera Hindia merupakan halaman depan sebelah Barat Indonesia yang menyimpan potensi yang relatif belum banyak dimanfaatkan seperti perikanan dan lainnya.
Banyak negara yang berada di kawasan Samudera Hindia mulai melirik potensi tersebut yang dapat berdampak dan memiliki arti penting bagi dunia, kata Dorojatun.
Dorodjatun bersama timnya membahas permasalahan keketuaan Indonesia dalam IORA pada periode 2015 hingga 2017. Sehubungan itu terdapat enam program prioritas IORA yaitu keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, penanggulangan bencana, kerja sama akademik dan IPTEK serta pariwisata serta pertukaran budaya, kata Dorojatun.
"Ada peran perguruan tinggi dalam mendukung program IORA ke depan dan juga sejalan dengan program kemaritiman yang sedang disiapkan oleh pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla," katanya.
Sementara itu, Pejabat Diplomatik dan Konsuler Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Rima Pramudyawati mengatakan, pada dialog kali ini bahwa dirinya berpandangan kalangan akademisi Indonesia dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai arti penting kawasan Samudera Hindia.
"Potensi IORA merupakan platfom kerja sama antar negara-negara di lingkar Samudera Hindia," katanya.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas peran perguruan tinggi khususnya UBH sebagai kalangan akademisi dalam memajukan kerjasama dan mendukung IORA di bidang akademik dan IPTEK.
Sedangkan anggota Tim FASH-UBH, Dr Ir Alfian Zain, M.S menjelaskan selama ini wilayah Barat Indonesia yang memiliki samudera yang luas belum menjadi perhatian bagi pemerintah.
Selain itu juga bagi UBH yang memiliki wilayah yang strategis berada di tepian pantai Samudera Hindia berupaya menjadi garda depan untuk menggarap potensi yang sangat besar ini.
"Juga ditambah dengan adanya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan didukung oleh enam fakultas lainnya, memantapkan diri untuk mengajak perguruan tinggi terkemuka untuk bersama-sama untuk mengembangkan potensi Samudera Hindia ini sesuai dengan konsep Tridharma Perguruan Tinggi," katanya.
Menurut dia program IORA ini sangat sejalan dengan keberadaan Forum Akademik Samudera Hindia dan forum yang berpusat di UBH dan siap membantu kegiatan-kegiatan IORA.
Terdapat 11 perguruan tinggi dalam maupun luar negeri yang menjadi bagian untuk pembentukan FASH ini yaitu Universitas Andalas (Unand, Padang) Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu, Institut Teknologi Bandung, Institiut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Sains Malaysia, Universitas Malaysia Trengganu dan Institut Teknologi Maru. Selain itu juga instansi pemerintahan terkait seperti LIPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. (ant )


Anda sedang membaca artikel tentang

Kemenlu RI Bahas Potensi Samudera Hindia

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2014/11/kemenlu-ri-bahas-potensi-samudera-hindia.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kemenlu RI Bahas Potensi Samudera Hindia

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kemenlu RI Bahas Potensi Samudera Hindia

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger