JAKARTA (Berita): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menekankan pentingnya marwah guru dikembalikan. Bahkan dia menginginkan adanya satu gerakan masyarakat memuliakan guru.
"Kita mengharapkan ada gerakan bersama yang mengajak masyarakat untuk menghormati dan memuliakan guru," kata Anies di hadapan sejumlah pimpinan media massa di Jakarta, Senin (1/12). Dalam pertemuan itu hadir sejumlah pimpinan media massa nasional yang berkantor pusat di daerah diantaranya Harian Pikiran Rakyat Bandung, Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Harian Suara Merdeka Semarang, Harian Pontianak Pos, Harian Jawa Pos Surabaya, dan Harian Waspada Medan. Harian Waspada diwakili Andy Yanto Aritonang.
Penyataan Anies tersebut menjawab pertanyaan Andy Yanto Aritonang tentang fenomena, dimana masyarakat kini kurang menghormati guru. Dengan tegas, Andy meminta kepada pemerintah, khususnya mendikbud Anies Baswedan untuk berani mengembalikan marwah atau rasa hormat kepada para guru.
"Saya rasa ujung pangkalnya di situ. Kalau semua murid, semua kalangan menghormati guru, semuanya akan berujung pada kebaikan dalam dunia pendidikan kita. Murid jadi sopan dan guru pun bisa menjadi profesi yang diinginkan karena disegani," ujar Andy.
Menurut Anies, pihaknya memang tengah mengupayakan secara serius satu upaya meningkatkan mutu pendidikan lewat pembenahan metode mengajar para guru. Menurut dia, jika cara mengajar guru dibenahi secara maksimal, maka akan timbul satu sistem pendidikan yang bernilai tinggi. Dari situ lahir juga kemuliaan para guru karena memang kualitasnya diakui.
"Ke depan kita akan sama-sama membenahi dunia pendidikan. Tapi awalnya mungkin dari peningkatan kualitas guru," tegas Anies.
Para pimpinan redaksi juga menyoroti masalah-masalah krusial lain dalam pendidikan, diantaranya keberadaan Ujian Nasional (UN) yang dinilai merugikan dunia pendidikan. Kecurangan secara berjamaah telah terjadi di sejumlah daerah, yang membuat kejujuran dalam proses UN sudah sangat diragukan.
"UN sebagai satu syarat kelulusan jelas memberatkan siswa, khususnya di daerah yang sarana dan prasarana pendidikannya masih minim. Cukuplah sekolah yang mengetahui apa dan bagaimana siswanya yang berhak menentukan kelulusan. Kalau sebagai pemetaan, mungkin masih masuk akal," kata pimpinan Harian Pontianak Pos.
Selain itu, kurikulum 2013 juga harus dipikirkan kembali kesiapannya. Sebab berdasarkan fakta di lapangan, belum semua guru mengerti apa yang harus dilakukan dengan kurikulum model baru itu.
Terkait kurikulum 2013, Anies mengaku tengah terus mengevaluasi secara serius. Konten-konten apa yang harus dibenahi dalam buku atau sarana dan prasarananya, akan dilakukan dengan segera.
"Kita akan benahi bersama-sama kurikulum baru ini. Mungkin pelaksanaannya akan ditunda sampai benar-benar siap," tanda mendikbud. (Rel)
Anda sedang membaca artikel tentang
Satu Gerakan Masyarakat Memuliakan Guru Jadi Harapan Menteri Pendidikan
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2014/12/satu-gerakan-masyarakat-memuliakan-guru.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Satu Gerakan Masyarakat Memuliakan Guru Jadi Harapan Menteri Pendidikan
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Satu Gerakan Masyarakat Memuliakan Guru Jadi Harapan Menteri Pendidikan
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar