Jokowi Jelaskan Berbagai Proyek Kerja Sama Infrastruktur

Written By Unknown on Sabtu, 28 Maret 2015 | 17.10

Jokowi a
Presiden Jokowi (Dua Kiri) Meninjau Transportasi Massal Terintegerasi Di Stasiun Dong Zhi Men Beijing Tiongkok, 26 Maret 2015 . ( Ant/HO/Laily-Setpres )

Beijing ( Berita ) : Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan rencana kerjanya selama lima tahun ke depan di hadapan ratusan pelaku usaha di Tiongkok dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok.
"Ini perencanaan kami untuk lima tahun ke depan, tahun ini pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,7 persen, tahun depan naik, target kita di atas tujuh persen pada 2017," kata Presiden Jokowi di Great Hall of The People Beijing, Jumat [27/03].
Ia juga menjelaskan soal realisasi investasi di Indonesia yang terus meningkat yang diharapkan dengan kerja sama yang makin erat dengan Tiongkok akan melipatgandakan jumlah investasi yang ada.
Jokowi juga menjelaskan soal berbagai proyek kerja sama infrastruktur mulai dari pembangunan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, jalan tol, pelabuhan, tol laut, bandara, railway, dan pembangkit tenaga listrik. "Inilah peluang yang bisa dimasuki dari investor-investor Tiongkok dan Pemerintah Indonesia akan membantu terutama di bidang perizinan apabila ada yang tertarik untuk berinvestasi di bidang-bidang ini," katanya.
Pemerintah Indonesia, kata dia, akan merencanakan pembangunan 15 kawasan industri hingga tahun 2019, di mana 13 kawasan industri diantaranya di luar Jawa, untuk industri pengolahan sumber daya alam. Sebagai contoh, KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara dikembangkan sebagai pusat industri kelapa sawit, karet, pupuk, logistik serta kawasan pariwisata. KEK Bitung di Sulawesi Utara dikembangkan untuk industri perikanan, kelapa, tanaman obat, dan logistik.
Khusus wilayah Papua, Pemerintah juga akan mendorong pengembangan empat kawasan ekonomi khusus beserta infrastruktur pendukungnya dengan fokus pengembangan yang berbeda.
Kawasan ekonomi Merauke dikembangkan untuk sektor pertanian terintegrasi industri pengolahannya, kawasan ekonomi Sorong untuk sektor maritim terintegrasi dengan industri pengolahannya, kawasan ekonomi Teluk Bintuni untuk sektor petrokimia dan turunannya, serta kawasan ekonomi Raja Ampat untuk industri pariwisata.
"Banyak peluang yang dikeluhkan investor pada Januari lalu kita bentuk national one stop service di Jakarta yang bisa mempercepat perizinan bagi investor dan kita harapkan izin cepat dilayani," katanya.
Indonesia Diminta Perketat Aturan Bagi Produk Tiongkok
Indonesia diminta oleh Perdana Menteri (PM) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Keqiang untuk memperketat peraturan bagi produk Tiongkok yang masuk ke Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan PM Li dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok. Pasalnya, dalam persaingan internasional peningkatan kualitas diperlukan. "Saya berharap Indonesia menerapkan peraturan yang ketat terhadap semua produk Tiongkok di Indonesia," kata PM Li.
Hal itu menurut dia akan baik bagi kedua belah pihak, karena selama ini para pengusaha Tiongkok memilih fokus pada produksi massal dan harga yang menarik. Ia juga menegaskan Tiongkok sebagai negara yang terus tumbuh dan berkembang di dunia, juga ingin ada peningkatan kualitas produk, sekaligus berharap menjadi tempat bagi investor menanamkan modalnya.
"Bagi investor kami sendiri ini sebenarnya ujian, saat menanamkan modal mereka di luar negeri agar bagaimana meningkatkan kualitas produk sendiri," ujarnya.
Pada kesempatan itu hadir 450 pengusaha Tiongkok yang akan mengikuti forum kerja sama ekonomi dua negara tersebut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan paparan dalam forum itu menyampaikan program pemerintahannya dalam lima tahun ke depan.
"Peluang yang ada meliputi kerja sama pembangunan pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan, 'airport' (bandara) dan pembangunan infrastruktur yang lain di Indonesia akan segera dimulai pada tahun ini," paparnya.
Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto yang turut berbicara dalam forum itu menyampaikan sudah disepakatinya perjanjian kerja sama bisnis (business to business) sebanyak 32 MoU dengan total nilai kerja sama mencapai 40 miliar dolar AS.
Sehari sebelumnya disepakati kerja sama G to G Indonesia-Tiongkok melalui 8 MoU dengan nilai kerja sama 56 miliar dolar AS.
Undang Investor Tiongkok Kerja Sama Kemaritiman
Presiden Joko Widodo mengundang investor dari Tiongkok untuk bekerja sama di bidang kemaritiman karena kedua negara memiliki kesamaan visi di bidang tersebut. Undangan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Le Keqiang di Great Hall of The People Beijing, Jumat.
"Saya mengajak dan menjajaki kemungkinan gagasan dan inisiatif, respon dari Tiongkok saya ingin sekali investor dari Tiongkok bisa berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan, galangan kapal, dan industri perikanan," kata Presiden Jokowi.
Kepada PM Li, Presiden mengatakan pertemuan dengan Presiden Xi pada hari sebelumnya sangat produktif dan dalam kesempatan itu ditandatangani delapan MoU yang merupakan kemitraan strategis dan komprehensif antara Tiongkok dan Indonesia.
Menurut dia, kerja sama di bidang maritim telah dibicarakan antara kedua negara. "Indonesia dan Tiongkok punya misi yang sama, Tiongkok punya jalur sutera maritim dan Indonesia punya gagasan poros maritim dunia," katanya.
Pada kesempatan yang sama, PM Li Keqiang mengatakan Indonesia dan Tiongkok memiliki banyak kesamaan tradisi dan sama-sama ingin mendorong menciptakan perdamaian dunia. "Yang Mulia Presiden Joko Widodo adalah teman lama bagi saya, saya ingin bertukar pikiran," kata PM Li.
Ia mengatakan kerja sama ekonomi bisa dilakukan di banyak bidang yang saling melengkapi termasuk di bidang infrastruktur, pertambangan, perikanan, dan lain-lain. "Ini mencerminkan Indonesia punya keinginan kuat untuk mendukung pengembangan perikanan dan perindustrian, karena syarat untuk menjadi negara modern prasyaratnya memajukan perindustrian," katanya.
Ia mengaku Tiongkok memiliki teknologi yang bagus dan produktivitas tinggi dalam bidang infrastruktur dan perindustrian. "Kalau menggabungkan potensi yang dimiliki dalam bidang industri saya yakin akan membawa kemanfaatan bagi dua pihak. Kelebihan kami selain produksi besar, harga juga menarik. Kerja sama menggabungkan kelebihan dan potensi akan membawa dampak yang baik," katanya.
Setelah bertemu dengan PM Li sekitar 20 menit, Presiden Jokowi menghadiri dan memberikan sambutan dalam Forum Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok yang dihadiri para pelaku bisnis dari dua negara.
Forum yang juga digelar Great Hall of The People itu bertujuan untuk memperdalam kerja sama saling menguntungkan antara kedua negara dan tukar pikiran kesempatan pengembangan bisnis. (ant )


Anda sedang membaca artikel tentang

Jokowi Jelaskan Berbagai Proyek Kerja Sama Infrastruktur

Dengan url

https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/03/jokowi-jelaskan-berbagai-proyek-kerja.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Jokowi Jelaskan Berbagai Proyek Kerja Sama Infrastruktur

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Jokowi Jelaskan Berbagai Proyek Kerja Sama Infrastruktur

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger