JAKARTA (Berita) Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan meski saat ini PDIP mengalami krisis kepemimpinan karena posisi Ketua Umum yang sudah terlalu lama, namun tetap sulit bagi kader PDIP termasuk Jokowi yang kini presiden untuk mengambil alih kursi ketua umum PDIP dari tangan Megawati.
"Ini konstelasi krisis PDIP, khususnya krisis kepempinan.Pemimpin yang ada sudah kelamaan dan tidak berhasil. Dan yang baru seperti Presiden Jokowi sekalipun, belum bisa tampil menyaingi Megawati," ujar Arbi ketika dihubungi, Senin (23/3) menanggapi hasil survei Pooltracking Intitute yang mensurveri 200 pakar yang menyatakan Jokowi yang paling pantas memimpin PDIP saat ini.
Menurutnya, sebagai orang baru di PDIP, tentunya Jokowi akan banyak menerima penolakan dari dalam. "Di sini Jokowi juga akan alami kendala karena komitmenya yang melarang pejabat publik untuk rangkap jabatan.Masak ke menterinya dia tegaskan gak boleh rangkap jabatan, dia sendiri mau rangkap jabatan?," tambahnya.
Dia pun menyarankan kepada PDIP dan Megawati pada khususnya untuk mencari posisi wakil ketua yang bisa menjalankan praktek politik sehari-hari.Megawati menurutnya tetap harus menjadi ketua umum sebagai pemersatu, tapi dia juga harus memberikan sebagian kewenanganya kepada wakil ketua yang dipercayainya .
Terkait survei itu sendiri, Arbi menyatakan dirinya bukan salah satu orang yang disurvei karena tidak mungkin dirinya disurvei sementara dirinya selama ini selalu kerap mengkritik Jokowi. (aya)
Anda sedang membaca artikel tentang
Kader PDI P Masih Sulit Ambilalih Kursi Ketum
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/03/kader-pdi-p-masih-sulit-ambilalih-kursi.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Kader PDI P Masih Sulit Ambilalih Kursi Ketum
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Kader PDI P Masih Sulit Ambilalih Kursi Ketum
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar