JAKARTA (Berita) Wakil Ketua Komite III DPD RI Abraham Paul Liyanto mendesak Presiden RI Joko Widodo turun tangan menangani kasus eksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) khususnya di Arab Saudi dan Malaysia. Seperti yang dilakukan oleh Perdana Menteri Australia Tonny Abbot terhadap warganya yang akan dihukum mati dalam kasus peredaran narkoba di Indonesia, yang sampai hari ini ternyata belum dieksekusi.
"Jadi, jangan seolah-olah pemerintah tidak tahu dan menjadi pemadam kebakaran dalam eksekusi mati Siti Zaenab dan Karni binti Medi Taslim yang sudah dipancung di Arab Saudi, pada Selasa (14/4) lalu," tegas anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu pada wartawan di Gedung DPD RI Jakarta, Jumat (17/4).
Menurut Abraham, TKI merupakan sumber devisa negara di mana dalam setiap tahunnya menghasilkan devisa Rp 100 triliun, sehingga negara harus serius memperhatikan TKI dan bukan meremehkan pahlawan devisa tersebut. Karena itu DPD meminta kepada pemerintah, baik Presiden, Menkertrans RI M. Hanif Dakhiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dan Kemenlu RI melakukan tindakan preventif.
Tindakan preventif tersebut sudah dilakukan mulai perekrutan TKI di dalam negeri atau pra penempatan, setelah bekerja di luar negeri, dan pemulangan dari luar negeri.
"Sebelum pemberangkatan menjadi hal terpenting terkait berbagai dokumen TKI yang sering dipalsukan atau disalahgunakan oleh oknum aparat dan pejabat di daerah. Mereka ini yang harus ditertibkan dan ditindak tegas jika terjadi perdagangan manusia (trafficking), pemalsuan dokumen, dan penyalahgunaan lainnya," ujarnya.
Sebab, dari proses pengurusan dokumen administrasi tersebut kata Abraham seperti di NTT, justru mulai banyak oknum yang terlibat, sehingga prosesnya lama dan menelan biaya yang cukup mahal. "Mahalnya biaya itu akibat terjadi korupsi secara berjamaah, yang dilakukan oleh oknum pejabat dan aparat di daerah yang menjadi mafia TKI selama ini. Bayangkan seorang TKI dibayar oleh majikannya di luar negeri antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Belum lagi kalau TKI-nya sudah diperas sebelum berangkat, ini kan sangat memprihatin," tambahnya. (aya)
Anda sedang membaca artikel tentang
DPD Minta Presiden Turun Tangani Kasus Eksekusi Mati TKI Di Arab
Dengan url
https://kasihinfopenting.blogspot.com/2015/04/dpd-minta-presiden-turun-tangani-kasus.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
DPD Minta Presiden Turun Tangani Kasus Eksekusi Mati TKI Di Arab
namun jangan lupa untuk meletakkan link
DPD Minta Presiden Turun Tangani Kasus Eksekusi Mati TKI Di Arab
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar