Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Konjen Malaysia Dan Malaysia Airlines Beri Dukungan Moril Ke Keluarga Korban

Written By Unknown on Rabu, 12 Maret 2014 | 17.10

MEDAN (Berita): Pemerintah Malaysia melalui Konsulat Jenderal di Medan bersama dengan penerbangan Malaysia Airlines terus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban baik yang ada di Medan maupun yang ada di posko keluarga di Kuala Lumpur.

Hal itu diungkapkan Konsul Jenderal Malaysia di Medan Ahmad Rozian Abd Ghani kepada wartawan di kantornya Jalan Diponegoro Medan Senin (10/3) menanggapi musibah yang menimpa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 370 jenis Boeing 777-200 yang diduga hilang hingga kini.

Rozian menyebut pesawat dari Kuala Lumpur tujuan Beijing, China itu sampai sekarang belum ditemukan. "Sampai sekarang belum ada kepastian tentang dimana pesawat itu berada," katanya.

Diketahui bahwa pesawat Boeing 777-200 berangkat dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dengan nomor penerbangan MH370 sekira pukul 00.20 WIB membawa 222 penumpang, termasuk 7 warga negara Indonesia (diantaranya 4 dari Medan) dan 12 kru pesawat menuju Beijing, China diperkirakan tiba Minggu pukul 06.00 WIB. Namun dua jam perjalanan, pesawat tersebut hilang kontak hingga sekarang belum ditemukan.

Rozian menyebut dalam musibah tersebut ada empat orang Medan, satu diantaranya warga negara Belanda berada dalam pesawat itu. Keempat orang Medan itu adalah Firman Chandra Siregar,25 warga Jalan Bunga Kenanga nomor 10 Medan, Sugianto Lo,17 dan Vinny Chynthya Tio, 47 (belum diketahui alamatnya), sedangkan 1 lagi Surti Dahlia,50 warga Belanda (karena dia menikah dengan pria Belanda)

Kepada keempat keluarga korban, katanya, staf Konsulat bersama staf MAS sudah mendatangi keluarga korban dan memberangkatkan wakil keluarga ke Kuala Lumpur. "Staf Konsulat terus mendampingi keluarga korban hingga ke Bandara Kualanamu dan sampai di Kuala Lumpur sudah ada yang menjemput mereka," kata Rozian.

Keberangkatan keluarga korban semuanya ditanggung oleh MAS, baik pesawat, konsumsi dan penginapan selama di sana. Jadi banyak keluarga yang datang dari berbagai negara semuanya ditanggung pembiayaannya.

Dari keluarga Firman Siregar, ada abangnya begitu pula untuk keluarga Sugianto Minggu (9/3) sudah diberangkatkan ke Kuala Lumpur. Ibu Firman sendiri masih berada di Kuala Lumpur saat hilangnya pesawat MAS tersebut dan sekarang sudah kembali ke Medan.

Selama di Kuala Lumpur, Rozian menyebut para keluarga penumpang ditempatkan di satu lokasi yang steril dari media. Maksudnya agar suasana harus dan penantian tersebut tidak terganggu dengan berbagai unsur lain yang malahan bisa membuat mereka nanti tambah shock.

"Tim dari MAS dan pemerintah Malaysia terus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban sembari menanti kepastian tentang pesawat tersebut," terangnya. Rozian menambahkan sekarang untuk info yang dilansir setiap detik dapat dibuka di website MAS. Selain dari website MAS, keluarga juga dapat mencari info terbaru di  kantor MAS di Medan dan Kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan Diponegoro Medan

Dalam kesempatan itu, Rozian juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai negara termasuk Indonesia yang ikut membantu mencari hilangnya pesawat tersebut. Firman Chandra Siregar lulusan ITB pergi ke Beijing untuk mulai bekerja di perusahaan minyak di negara tersebut, berangkat dari Bandara Kuala Lumpur (KLIA).

Sedangkan Surti Dahlia warga Belanda datang ke Medan untuk menemui kakak kandungnya Lukertina,52  di Jalan Bajak II Medan Amplas berangkat dari Kualanamu (KNIA). Sementara Sugianto Lo,47 dan Vinny Chynthya,46 berangkat dari KNIA Jum'at (7/3) sekira pukul 15.50 dengan MAS nomor penerbangan MH1865. (wie)


17.10 | 0 komentar | Read More

Perempuan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Negara

MEDAN (Berita): Banyak Fakta yang mengungkapkan bahwa perempuan merupakan kunci  pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Hal itu diungkapkan Konsul Amerika Serikat di Medan Kathryn Crockart dalam acara 'Hari Perempuan International' yang diselenggarakan Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Sumatera Utara di Lapangan Gajah Mada di Jalan  Gajah Mada Medan Selasa (11/3).

Acara itu berupa menanam pohon buah-buahan seperti mangga, jambu di Taman Gajah Mada Jalan Gajah Mada Medan dilakukan oleh Kathryn, Sekda Medan danb Ketua Iwapi Sumut. Hadir a Sekda Medan Ir Syaiful Bahri, Ketua Iwapi Sumut Hj Rosna Nurleli Siregar dan pengurus maupun anggota Iwapi lainnya.

Kathryn mengatakan perempuan sudah rela menata keuangannya untuk keluarga dalam bentuk  sandang, pangan, papan, kesehatan dan  pendidikan yang akhirnya mempunyai efek berantai dalam  komunitas.

Hasil studi Organisasi Makanan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebutkan bahwa keterlibatan perempuan di industri pertanian dapat meningkatkan produksi 2,5% sampai 4% dimana ini akan mengurangi tingkat kelaparan dunia 12% hingga 17% atau 150 juta jiwa."Amerika sangat mendukung peran perempuan dalam partisipasi ekonomi seperti yang terlihat  dalam APEC," kata Kathryn.

Bersama  dengan negara-negara ekonomi di Asia Pasifik, tambahnya, Amerika berusaha mengurangi penghambat partisipasi perempuan dalam ekonomi. Selain itu, Amerika juga mendukung integrasi perempuan dalam usaha perdamaian dan keamanan dunia. Dengan diberlakukannya Action Plan Nasional di Amerika untuk perempuan, perdamaian dan keamanan telah memastikan bahwa dalam diplomasi Amerika selalu diberdayakan perempuan untuk berpartisipasi dalam dialog-dialog di tingkat nasional dan masyarakat seperti yang dilakukan di Afghanistan, Syria, Mesir, Burma dan beberapa negara lainnya yang mempunyai konflik. "Jadi perempuan tetap menjadi kunci dalam proses perdamaian," katanya.

Kathryn menambahkan dalam hal mencegah dan respon terhadap kekerasan gender Amerika juga melakukan beberapa program, termasuk diantaranya ada mendatangkan para profesional dari Amerika untuk bisa berbagi pengalaman dengan komunitas di Indonesia."Sebagai contoh, dalam waktu dekat ini kami akan mendatangkan seorang jaksa yang ahli dalam  proses hukum untuk kasus-kasus kekerasan domestik," katanya.

Menurutnya, Amerika juga sejajar dengan Indonesia dalam hal mendukung partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam politik. Dalam usaha seperti Komunitas Demokrasi, Amerika memastikan bahwa suara perempuan juga  didengar. Fokus kepada pengembangan perempuan dan anak juga merupakan salah satu investasi paling strategis dilakukan Amerika.

Satu studi membuktikan bahwa dengan menamatkan sekolah dasar saja, perempuan sudah bisa menaikkan pendapatan 10-20 persen. Jika menyelesaikan sekolah menegah maka pendapatan naik antara 15-25 persen. Tingkat pendidikan lebih tinggi lagi mampu meningkatkan perempuan untuk awas terhadap kesehartan dan berefek kepada penurunan angka kematian bayi 9 persen.

Saat ini USAID bekerja untuk program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) senilai 55 juta dolar AS untuk Indonesia selama lima tahun untuk menambah usia kesehatan dan kelahiran bayi.  "Program ini juga berlangsung di sejumlah Puskesmas di Sumut," jelas Kathryn.

Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam sambutannya dibacakan Sekda Medan Ir Syaiful Bahri mengatakan perempuan sesungguhnya selaku pemelihara alam yang baik. "Apa yang dilaksanakan Iwapi memang perlu ditiru," katanya.  Ia menyebut Kota Medan terus berbenah dan perlu kebersamaan semua stakeholder. "Tanpa perempuan, negara ini tak ada apa-apanya," kata dia.

Ketua Iwapi Sumut Hj Rosna Nurleli Siregar  mengajak semua orang, khususnya kaum perempuan  untuk memperingati hari perempuan internasional. "Kami mengadakan kegiatan penanaman pohon kerjasama dengan Pemko medan," kata Rosna.

Pada hari peringatan perempuan sedunia ini, memang wanita harus berbuat. Jadi momen ini  bersama Konsul dan Pemko Medan cukup bagus. Perempuan-perempuan memang sangat banyak berpotensi, sebagai suami, ibu bagi anak-anak  dan  warga masyarakat.

"Banyak sekali program yang diadakan kaum perempuan ini. Marilah kita kaum wanita untuk memiliki jiwa usaha," jelas Rosna. Kalau 2 persen saja sudah jadi pengusaha, ini sudah bagus sekali. Marilah kita bersama berganbdengan tangab untuk masyarakat kebih sejahtera. (Wie)


17.10 | 0 komentar | Read More

Rakyat Selalu Lemah Dalam Konflik Agraria

Palembang ( Berita ) – Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani mengatakan selama ini dalam konflik agraria rakyat selalu dalam posisi lemah sehingga sering kalah secara hukum."Selain itu, penyelesaian kasus agraria memerlukan waktu panjang bahkan ada yang terhenti,"  kata anggota DPR RI asal Sumsel itu kepada wartawan di Palembang, Selasa.[11/03] Ahmad Yani mengemukakan DPR RI terus mendorong agar seluruh kasus pertahanan dapat diselesaikan secepat mungkin.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat terkait terutama di pemerintah pusat dalam menyesaikan kasus pertanahan tersebut."Masalah pertahanan banyak mengikutsertakan pihak seperti masyarakat, BPN termasuk pemerintahan. Jadi penyelesaian kasus tersebut harus mengikutsertakan semua yang terkait sehingga memakan waktu," kata Ahmad Yani.

Sehubungan itu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumsel untuk menyerap aspirasi masyarakat termasuk di bidang hukum.Dalam kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Komisi III Peter Zulkifli itu juga hadir Dodi Reza Alex dan Ruhut Sitompul serta anggota lainnya. (ant )


17.10 | 0 komentar | Read More

Pemakai Paspor Palsu Di Pesawat MH370 Pencari Suaka Iran

Jakarta ( Berita) – Sebagian misteri hilangnya Boeing B-777-200ER Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing terungkap, setelah Kepolisian Diraja Malaysia memastikan pemakai paspor curian yang turut dalam penerbangan itu adalah seorang remaja 19 tahun, pencari suaka asal Iran.

Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Tan Sri Khalid Tan Sri, dalam konferensi pers di Kuala Lumpur hari ini, seperti dilansir Washington Post, menyatakan, lelaki remaja itu dalam percobaannya berimigrasi ke Jerman dan diduga bukan anggota jaringan teroris. Akan tetapi, identitas pasti lelaki remaja itu tidak diungkap Kepolisian Diraja Malaysia kepada publik.

Kepolisian negara itu memastikan hal itu setelah memelajari rekaman gambar jaringan televisi  tertutup Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur atas dua pemakai jasa penerbangan MH370,  yang memakai paspor curian. Dari rekaman-rekaman itulah polisi setempat bisa mengidentifikasi mereka.

Perkembangan hingga hari keempat MH370 hilang, sebagian berkutat pada adu argumen temuan  jejak bahan bakar dan satu benda berwarna jingga di laut. Tentang itu, Kepala Otoritas Penerbangan Malaysia, Azharuddin Abdul Rahman, memastikan kedua  hal itu bukan berasal dari (bekas) MH370 yang hilang itu.

"Disayangkan kami belum menemukan apa  pun yang tampaknya bagian pesawat terbang itu. Sejauh  yang kami perhatikan, kami harus mencari pesawat terbang itu. Kami harus mencari satu bagian dari  pesawat terbang itu jika memungkinkan," kata dia.

Dalam pernyataan resminya, Malaysia Airlines menggeser fokus lokasi pencarian ke pantai barat negara itu, di dekat Selat Malaka. Ini adalah bagian lain Semenanjung Malaka di mana MH370 dilaporkan hilang pada pukul 02.41 waktu setempat, Sabtu lalu (8/3).

Jika ini yang dijadikan fokus baru, berarti MH370 itu sempat terbang melintang Semenanjung Malaka. Radar Tentera Udara Diraja Malaysia sempat mencatat indikasi wahana udara bermesin jet terbang  berbelok dari arah keberangkatannya. (ant )


17.10 | 0 komentar | Read More

Boeing B-737 Skuadron Udara 5 TNI AU “Sisir” Selat Malaka

Batam, Kepulauan Riau ( Berita ) – Pesawat Boeing B-737-200 Surveillance Skuadron Udara 5 TNI AU bernomor registrasi A-7303 "menyisir" Selat Malaka untuk mencari MH370 Malaysia Airlines Boeing, yang hilang sejak 8 Maret lalu. "Penyisiran dilakukan dengan bolak-balik dari titik A ke titik B," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AU Ranai, Letnan Kolonel Penerbang Andri Gandhy, saat dihubungi dari Batam, Selasa [11/03].

Boeing A-7303 itu telah diterbangkan dari hanggarnya di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar, sejak kemarin. Untuk misi SAR internasional MH370 ini, Boeing dengan  piranti pemindai dan peringatan dini itu akan berpangkalan sementara di Ranai.  Hingga kini belum ditemukan data signifikan mengenai MH370, yang turut membawa tujuh WNI itu.

Pemerintah Malaysia membagi wilayah pencarian udara menjadi dua, timur dan barat. Timur yaitu di  sekitar Laut China Selatan, dan Barat di sekitar Selat Malaka, di mana Boeing B-737-200  Surveillance TNI AU itu kini menyapu ruang udara dan perairan.  "Kami menyisir mulai dari atas Aceh sampai Selat Malaka. Dari utara sampai selatan," kata dia.

Dalam pencariannya, TNI AU menggunakan dua metode pemantauan, yaitu melalui pemantauan elektronik menggunakan radar dan dengan optik foto dan video kamera.Penyisiran pada radius sekitar 100-200 mil laut pada ketinggian 10.000-15.000 kaki dari permukaan  laut, dengan jarak tempuh dua sampai tiga jam setiap pelaksanaan pencarian. (ant )


17.10 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger